MEMBACA,MENAMBAH WAWASAN____MENULIS,MEMPERTAJAM ANALISA___DISKUSI,MEMBUKA CAKRAWALA

Senin, 25 April 2011

Bisikan Alam Kala Senja Menyapa

Suatu senja...
KAU bawa aku dengan takdir-MU..
pada suatu denah...  dimana KAU buatku bisa merasa..
sendiri... sepi... sunyi... dan aku benci...

disaat yang sama ketika ku mengeluh padaMu...
kau terbangkan pikirku hingga kau buat semua begitu hidup..
semua tampak nyata...ku lihat, ku dengar, dan aku senyum...

ku terdampar disuatu sudut gubuk ditengah hiruk pikuk tengah kota.
dengan air yang terus KAU alirkan dengan derasnya...
dia ciptakan irama ketika bertemu dengan atap gubuk serta benda keras yang lain,
dia belai lembut  pelepah pohon, jalanan serta segala yg ia lewati  hingga tampak segar kembali..
bersama hembusan angin yang mengajak helai daun tuk berdansa...

ssstttttt..... dengar sejenak :
  • angin    : alam... ayo kita bermain. sejenak lepaskan beban..lari se kencang-kencangnya..ayo pohonn.... ayolah gerakkan badanmu.. kau sudah terlalu lelah tuk panyungi manusia kala mereka kepanasan.
  • pohon    : trimakasih angin..tampaknya ototku memang sudah mulai kaku.. dan butuh sedikit olahraga..
  • air          : dan aku datang tuk guyur tubuhmu  yang sudah tak segar lagi pohon....
  • pohon     : air.. lihatlah.. badanku kini terlihat bersih.. segar.. hmmmm aku bahagia punya kawan seperti kalian. air... angin... apa yang kalian lakukan???
(air dan angin sedang bermain-main di tanah ...
mereka bergulung2.. bekerja bakti bersihkan jalan..)
  • air dan angin : nanti... ketika masa beralih, kau yang harus menjaga manusia dari panasnya terik matahari...kau juga harus suplai mereka dengan oksigen mu pohon..salam ya... bwt gadis  didepanmu..
ku tersenyum.... trimakasih kawan...

brmmmmm bbrrrrmmmmmm
sejenak aku terhenyak... rupanya suara motor cross melintas di hadapanku dan menarikku kembali ke alam sadar.. rupanya hujan sudah reda. dan saatnya ku lanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
sebelum ku melaju.. sempat ku liat pohon yang sudah tampak segar...  dan ku lempar sedikit senyumku pada nya.

Sabtu, 09 April 2011

Stereotipe Sebuah Mesin Pencipta Sekaligus Penghancur Mind-Set

sesaat...
konsep diri membuyar...
efikasi diri beredar....
dan.. kayuh itu begitu rapuh tuk kayuhkan laju perahu menuju pelabuhan tertuju..

selembar kertas kuning dengan kekuatan tinta pencetaknya
telah menggugah fikirku....
hingga membawa angan pada lembaran kertas sebelumnya...

kertas putih.... kau hadir di kehidupanku tanpa permisi, tanpa undangan
kau hadir dengan memanyungi misi pencitraan diri dari masing- masing ukiran tintamu.
begitu hebat tinta itu menari di atas kertas hingga tanamkan stereotipe  di benakku.
dalam durasi waktu yang tak panjang, tanpa ku sadari stereotipe kertas itu semakin dalam tertanam.....
rupanya ia telah berkolaborasi dengan verbalisasi pemegang tinta,
ya.... lebih tepatnya pengamat realita dengan segudang teori ilmiahnya.
walaupun sebagian mereka hadir dari latar yang berbeda... mereka cukup memiliki kohesifitas yang tinggi

hebat....  sebuah mind-set manusia  terbentuk dari lembaran kertas dengan label... validitas dan reliabilitas telah teruji.... waktu terus berlalu... hingga datanglah si kertas kuning membawa citra diri dengan cara yang serupa namun citra yang berbeda...

bingung.... berontak.... semua terlihat abu-abu...
arogansi emosi beraksi....
ku coba hadirkan nalar.. ku coba fahami diri....
ku begitu mencintai dan menghargai sebuah data dan fakta... tp justru aku dibingungkan oleh keduanya..
sedikit bimbang tapi aku menikmati kebimbanganku...
rasa nggk bisa bohong....  hanya butuh sedikit  cara cantik tuk fahami kebimbangan sebuah rasa.

bolehlah... stereotipe baik dari data empiris, maupun verbalisasi manusia dengan segudang teorinya mampu hadirkan pola fikir tertentu... tp itu bukan harga mutlak.... bagaimanapun kondisi saat ini bukan jadi alasan sebuah kegagalan.... "berbaik sangkalah pada Tuhanmu... karena IA sesuai dengan prasangka hambaNya"