Narasi BlogSpot

MEMBACA,MENAMBAH WAWASAN____MENULIS,MEMPERTAJAM ANALISA___DISKUSI,MEMBUKA CAKRAWALA

Kamis, 09 Juli 2020

Engkau yang ku pangil "Bapak"


27 juni 2020 adalah waktu dimana...
kain kaffanmu telah selesai ditenun dengan sempurna
tugasmu telah engkau tunaikan dengan paripurna
dan ridhomu mengalir pada sosok perempuan pilihanmu, yang ku panggil ibu.

Betapa bahagianya saya mendengar...kesaksian para penggali kuburmu "kok setiap gali kubur, bau harum ya.."


Betapa bahagianya saya mendengar...
kesaksian putranya sebelum wafat "pas bapak pingsan... dahinya keringetan, makanya tak kasi teh panas, tp kok sudah ndak bisa masuk".


Betapa bahagianya saya mendengar....
kesaksian orang takziah "bapak itu waktu di sholatkan.... nggk kaya orang meninggal. kaya tidur"

Betapa bahagianya saya mendengar...
kesaksian ibu, bahwa di tiga pekan terakhir bapak sebelum meninggal, sholat tahajut dan dhuha bapak rutin nggk ada bolongnya. bapak yang membaca alquran masih terbata bata... mampu membaca alquran lebih dari 1 juz dalam sehari. dan kalimat yang senantiasa terngiang di telinga ibu "alhamdulillah yo bu.... aku entuk kowe," (kalimat ini sebagai sinyal ridhonya seorang suami terhadap istrinya)

Betapa bahagianya saya mendengar...
kesaksian jamaah mushola dekat rumah. "bapak itu sholat jamaahnya bagussss cah ayu.. padahal pernah dalam sehari jatuh dua kali jalan menuju mushola, tapi tetep kekeh mau jamaah". bapak yang punya riwayat jantung, obesitas, dan permasalahan sendi di kaki sempat enggan ke mushola karena malu.... malu jalanya lamban dan tidak seimbang, malu karena sholat harus pake kursi karena persensian kaki tidak memungkinkan lagi untuk sholat sempurna. tapi alhamduilillah di penghujung umur beliau, Allah mudahkan hati dan raganya untuk maksimal menjalankan ibadah.

إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يفتح له عملا صالحا بين يدي موته حتى يرضي عليه من حوله

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/8895-orang-yang-diinginkan-kebaikan-oleh-allah-2.html
 اذا اراد الله بعبد خيرا عسله قيل وما عسله؟؟  قال يفتح الله له عملا صالحا قبل موته ثم يقبضه عليه

Imam Ahmad bin Hambal رحمه الله berkata : Jika Allah berkehendak atas hambanya suatu kebaikan. maka Allah akan berikan kepada hamba itu Madu. Beliau ditanya apakah yang dimaksud Allah memberikan Madu.? Beliau menjawab : Allah bukakan kemudahan kepada hamba itu untuk beramal sholeh sebelum dia Mati. Kemudian setelah hamba itu melakukan Amal sholih  itu, Allah cabut nyawanya. (H.R Ahmad)

engkau yang ku panggil bapak
lelaki yang menangis terisak, ketika kau ucapkan ijab qobul di pernikahanku.
maaaaaaaaaaafkan putrimu .... yang tidak mampu untuk sekedar sholat jenazah. saya sudah seperti kehilangan akal sehat mencari cara untuk segera datang, sudah maksimal. tapi qodarulloh Allah tidak mengizinkan saya melihat jenazahmu. saya ratna dewi bachria demi Allah akan menjadi saksi kelak di akhirat.... betapa engkau bapak yang bertanggungjawab, sosok yang gemar sodaqoh, gemar menyambung tali silaturahim. jazakumulloh khoirul jaza sudah mencarikan sekolah yang mendekatkan saya dengan Agama ini. semoga saya bisa jadi anak sholihah.... hingga memberatkan timbangan amal sholihmu.  اللهم اغفر له وارحمه ، وعافه واعف عنه

Disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan lainnya[1], bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يفتح له عملا صالحا بين يدي موته حتى يرضي عليه من حوله
Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah jadikan ia beramal.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dijadikan dia beramal?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dibukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridha kepadanya.”



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/8895-orang-yang-diinginkan-kebaikan-oleh-allah-2.html
Disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan lainnya[1], bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يفتح له عملا صالحا بين يدي موته حتى يرضي عليه من حوله
Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah jadikan ia beramal.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dijadikan dia beramal?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dibukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridha kepadanya.”



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/8895-orang-yang-diinginkan-kebaikan-oleh-allah-2.html
Disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan lainnya[1], bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يفتح له عملا صالحا بين يدي موته حتى يرضي عليه من حوله
Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah jadikan ia beramal.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dijadikan dia beramal?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dibukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridha kepadanya.”



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/8895-orang-yang-diinginkan-kebaikan-oleh-allah-2.htm

Selasa, 14 April 2020

Asma Kayyisa binti Rozie


Asma.....
malam ini merupakan malam ke tujuh dimana paras cantikmu memenuhi relung kebahagian tak terhingga untuk kami,  ayah.. ibu... abang utsman.... abang hamzah. kamu tau nak... kedua abangmu selaluuuu
"asma kayyisa ar rozie" 
senin 13 sya'ban 1441 H/ 6 april 2020
jam 23.42 wita - BB 3 kg, PB 50 cm
lahir normal, kelilit tali pusar sekali. 




saja berebut buat sekedar ngobrol sama asma, waktu asma masih diperut ibu. rebutan cium, rebutan mau ngobrol, rebutan peluk, selalu!!!!! setelah lahirpun sama.... asma is our princess.

persalinan ketiga.......
pada hari senin dini hari, kontraksi demi kontraksi mulai rutin. akhirnya senin subuh mencoba memeriksakan diri ke bidan terdekat, dan qodarulloh baru pembukaan 1. Kami memutuskan untuk kembali ke rumah dan melakukan aktifitas seperti biasanya hingga maghrib... ya... 12 jam kemudian kami memutuskan untuk rawat inap di bidan terdekat qodarulloh pembukaan 1,5. la haula wala quata illa billah.... merasakan kontraksi 12 jam hanya nambah 0,5 cm. secara psikologis saya pribadi mulai lemah, akan tetapi kami sudah punya nama yang cantik untuk janin ini..... dia adalah asma. mengingat nama asma, tentu membawa angan pada sosok "asma binti abu bakar", sosok wanita tegar luarbiasa. ya.... untuk melahirkan sosok asma, tentu membutuhkan ibu yang kuat. sekilas mengingat nama itu mampu membuat saya semakin kuat. pada persalinan kali ini, dunia sedang dihantui dengan wabah virus covid-19 hingga seluruh negara menerapkan sistem lockdown, social distante bahkan setiap orang menggunakan masker, meminimalisir keluar rumah, tidak ada jabat tangan, tidak ada sholat jamaah di masjid, tidak ada acara berkumpulnya manusia dalam bentuk apapun. mengingat kondisi sangat mencekam..... kami memutuskan melahirkan di bidan terdekat, untuk meminimalisir akses dengan orang banyak. 

senin maghrib kami memutuskan rawat inap di bidan terdekat, saya turun dari mobil sendirian sambil membawa koper. saya larang anak anak turun mobil. bismillahirrohmanirohim.....  suami membawa anak anak ke rumah orang tua, qodarulloh orang tua juga lagi sakit, jadi sangat tidak mungkin kalau kami harus menitipkan kedua jagoan kami pada mereka berdua. akhinya kami memutuskan, suami menjaga anak anak dirumah orang tua, menjaga mereka sampai keduanya terlelap, baru kemudian suami menyusul saya ke tempat persalinan. ya.... saya sangat menikmati kontraksi demi kontraksi yang luarbiasa sendirian di kamar 2x3, nama asma menggaung di telinga saya.... untuk melahirkan sosok asma, butuh ibu yang kuat. saya selalu mencoba melakukan autosugesti itu ketika kontraksi, dan senantiasa terlontar "hasbiyaAllah wanikma wakil"... saya mencoba pasrah dengan Allah secara total tanpa mengharap kedatangan suami. meskipun tidak bisa dinafikan..... i need him so much!!!!!! sampai jam 10 malam suami baru datang... qodarulloh baru pembukaan 3. psikologis saya di titik terendah, fisik saya pun melemah (mengetahui pembukaan 3 artinya perjuangan saya masih panjang... karena untuk melahirkan normal harus menunggu hingga pembukaan 10). 
tetiba bidan : "kita pindah saja ya bu... ke ruangan bersalin, soalnya kepala bayi sudah sangat turun siap keluar ini". sambil gemetar kontraksi saya bilang... bu ini kan baru pembukaan 3,  bidan pun  melakukan peregangan di tempat keluar bayi dan bilang : "ini sudah 4 mau 5 bu... nggk papa kalau mau ngejan nggk harus nunggu sepuluh, ngejan aja klo mau ngejan". la haula wala quata illa billah... bayi lahir, normal, tanpa sobekan, tanpa jahitan!!!!!!!  jam 11 lahir, tidak hanya saya yang berharap kedatangan suami, tapi bayi ini juga mau disambut ayahnya, sama halnya dengan abangnya. dia mau ayahnya ada ketika ia lahir, dia mau ayahnya yang membisikkan dengan lembut di telinganya kalimat perlindungan : 
أُعِيذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
a,
اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ


Read more https://konsultasisyariah.com/18705-doa-untuk-bayi-yang-baru-lahir.html
اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
b. Jika bayi yang lahir laki-laki, kita bisa membaca,


Read more https://konsultasisyariah.com/18705-doa-untuk-bayi-yang-baru-lahir.html
اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
b. Jika bayi yang lahir laki-laki, kita bisa membaca,


Read more https://konsultasisyariah.com/18705-doa-untuk-bayi-yang-baru-lahir.html) ketika lahir.
suami sampai heran, dan bilang ke bidan: bu.... itu serius nggk dijahit???
bidan: kalau nggk ada yang sobek, kenapa harus dijahit... *sambil senyum bangga (wkkwwkkw guweh syuka gaya elu!!!!! iyessss i like your style)
and...... pagi jam 7, saya disuruh mandi, jam 8 nanti bisa pulang bu. * buat saya ini persalinan yang ehemmmmmmmmm bgtttttt. 

behind the scenes....  "kekuatan ridho dan doa orang tua"
pagi jam 7, saya telf orang tua di jawa... saya ceritakan semuaa proses persalinan tadi malam. ibu saya dijawa sambil nangis cerita, ibu tadi malam jam 10 telf rozie.... zie gimana perkembangan nana??? trus rozie bilang, saya masih nidurin anak anak bu, nana di bidan sendiri. begitu dengar putri semata wayangnya berjuang sendirian, ibu langsung sholat hajat, bapak saya ngaji dzikir, kakak kakak saya semua berdoa. begitu ibu saya menurunkan tanganya ketika selesai sholat dan berdoa. kakak saya dapat kabar, kalau nana sudah lahiran !!!!!!!
sama halnya dengan orang tua suami, ibu mertua saya sedang sakit, kondisi beliau sangat lemah, begitu saya keluar dari bidan, saya putuskan untuk mengunjungi beliau.... beliau bilang, ibu berdoaaa terussss biar nana lancar, dipermudah lahiran, karena ozie harus ngurus anak anak, ibu nggk bisa bantu banyak. la haula walla quata illa billah...... fabiayyi alaairobbikuma tukadziban??????
demi Allah...... sebete betenya sama orang tua, rendahkan suara kalian!!!!!!!! hormati mereka!!!! muliakan mereka!!!!!  karena ketika mereka masih hidup, doanya tembus sampai langit ke7.  (bayangkan, pembukaan 4 bisa langsung lahiran... normal, tanpa sobekan, tanpa jahitan. sampai detik ini saya nulis masih nggak logis!!). 

nama adalah doa, karena setiap diksi yang terpilih, tersimpan harapan yang besar bagi kedua orang tua untuk anak tercinta.
asma...
tak diragukan lagi, nama itu terinspirasi dari putri manusia terbaik setelah nabi dan dan rosul. yaitu asma binti abu bakar. sosok wanita mulia, cantik, cerdas dan sangat tangguh, Rosululloh menjulukinya dengan  "pemilik dua selendang" ketika sosok asma membawakan makanan dengan membelah selendangnya untuk membungkus makanan untuk rosululloh dan ayahnya abu bakar ketika hendak hijrah.
kayyisa...
cerdas, definisi cerdas yang tertuang dalam beberapa hadist

أَفْضَلُ المُؤْمِنِينَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَ أَكْيَسُهُمْ أَكْثَرُهُم لِلمَوتِ ذِكْرًا وَ أَحْسَنُهُم لَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ

"Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang mukmin yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling bagus persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka semua adalah orang-orang cerdas (yang sesungguhnya).
"(HR At-Tirmidzi)
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Orang yang cerdas (alkayyis) adalah orang yang menghitung-hitung dirinya(ketika hendak beramal dg standart syariat) dan beramal untuk setelah kematian(akherat), sebaliknya orang yang lemah(bodoh) adalah orang yang mengikuti jiwanya dengan hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud dsb)
wahai putriku asma kayyisa ar rozie 
kami sebagai orang tua, sebisa mungkin menyambut kelahiranmu dengan mendekatkan dengan sunnah nabimu. selama kontraksi hingga lahiran, disamping ibu non stop murotal... karena ibu berharap sewaktu waktu engkau lahir, ibu mau hal pertama yang kau dengar adalah lantutan qur'an. begitu lahir ayah membisikan ditelingamu kalimat perlindungan. pada hari ke7, ayah sendiri yang menyembelihkan kambing aqiqah untukmu, ayah sendiri yang mencukur rambutmu lalu mensodaqohkan sesuai timbangan berat rambutmu. ayah sendiri yang mentahnikmu dengan kurma ajwa.  dan memberi nama terbaik untukmu. demi Allah azza wa jalla.... tumbuhlah jadi anak sholihah, cerdas, qurrota 'ayun, berbakti pada kedua orang tua, serta meneladani keimanan asma binti abu bakar. aminnn...
salam cinta
ayah, ibu, abang utsman, abang hamzah

Kamis, 20 September 2018

IDEALISME DESIGN DAPUR IBU BANGSA VS EMAK-EMAK

Bicara tentang design dapur, ibu jaman milenia sudah sangat termanjakan dengan berbagai sajian design mininalis modern di beranda sosial media mereka. budget minimalis pun tidak menghalangi untuk menghadirkan ruangan pojok nan kecil disulap bim salabim jadi cantik, menawan sesuai bayangan.

Ah.... dapur minimalis modern ala "IBU BANGSA" masa kini hanya permainan idealisme penuh angan saja. dapur kecil, cantiek, elegan bersih, ala cheff di tv, atau ala ibu bangsa penuh dayang dimana anak bersama dayang dayang maen diluar dan ibu bisa fokus dengan penyajian????

Ketika kami mulai membangun rumah, design dapur dibuat luas dan sederhana. alasan minim budget, jujur saya waktu itu agak kecewa karna bayangan saya, dengan budget yang samaaa saya bisa menghadirkan dapur kecil, minimalis, syantiekkk ala instagramable ituhhh

Menurut saya dapur punya makna mendalam,
karena....
Dapur tanda eksistensi seorang ibu
Dapur area otoritas ibu
Dapur media eksplorasi ibu
Dapur cara aktualisasi diri ibu
Dapur tempat penyajian penuh cinta
So.... design dapur kuddduuu sesuai selera penyaji karena disana feeling penyaji akan bermain dan pasti berbanding lurus dengan hasil sajian.

Setelah punya bocah cilik yang serba ngintil, penuh tanya, pengen coba ini itu, nagih bebikin ini itu. FIX!!! dapur dengan konsep minimalis modern "is not ideal for mom". konsep design dapur ideal menurut saya adalah dapur yang luassssss, sirkulasi udara dan cahaya yang pasti kompetibel banget buat bocil nan aktif tralala trilili ibu...

Saya bisa menyalakan kompor atau oven dengan jarak yang cukup aman dengan segala jenis aktifitas asisten kecil yg belepotan penuh tepung, berserakanya irisan sayur, atau ulegan bumbu yang entah pada terbang kemana, belum lagi dengan "bed rest area" hahahaha..
terkadang anak suka lelah didapur, tetiba tertidur pulas,atau saya bisa masak sambil ngawasin anak maen seluncuran air telanjang bugil, sambil dia cuci.baju, cuci sandal, cuci mangkok dia, kran air yg klo saya matiin pasti dia protes. sampe jari kirut kirut kedinginan maen air atau masak sambil liat bocil maen pasir dengan Truck, Exavator dan kawan-kawanya, yang sudah bosen maen pasir kinestetik, dia butuh tanah yang nyata dan banyak, buat maen sampe dari ujung rambut, pantat, tangan, kaki belepotan kringet dan tanah. trus bilang
"Ibu.... abang sudah maenya, abang mau mandi, bau kotor"

this is the real "idealism of kitchen"
Ya.... saya sebut ini sebagai konsep idealisme dapur ala emak milenia, bukan dapur ibu bangsa,,
oopsss...... hahhaha

Dapur bukan hanya ikon totalitas penyajian penuh cinta, tapi didalamnya penuh cerita kala si emak yang ngomel dan banyak aturan vs bocil criwis yang serba pengen bantu bantu, coba ini itu, dan bertingkah sok lebih tau.... "ibu nggak gitu ibu, seharusnya begini dan begitu" kudu sesuai S.O.P bukan sayur sop yak..

Dapur bukan hanya sekedar memasak, ketika ibu coba berbagai menu baru anak ikut ini itu, disitu terletak konsep aktualisasi diri, serta konsep montesori anak.
salah satu konsep idealnya montesori anak versi saya adalah mengandung konsep.
anak merasa menikmati permainan, emak merasa dibantu, capek bersama eh... ada hasil makanan yg bisa di makan bersama lalu keyang dan tidur 😂😂

Disini pula saya baru kenal tepung protein rendah, sedang, tinggi, serba guna, sagu, tapioka, hongkue, panir dll,
mmmm... dulu mah sebelum punya dapur sendiri saya cuma tau tepung bumbu sajiku 😅😂

mmmmm....klo ruangan lain di pel sepekan sekali, dapur idealnya sehari minimal sekali. lengkettttttt cinnnn....

Kamis, 29 September 2016

siroh "UTSMAN BIN ROZIE"

"september ceria...
september ceria...
september ceria...
september ceria...
 milik kita bersama"

sebuah potongan lirik lagu karya vina panduwinata terdengar setiap saat sepanjang bulan september... dan hanya lirik itu, yah... lirik itu saja. kalau boleh saya memakai istilah psikologi transpersonal.... lirik yang terpaksa terdengar dari adik bungsu itu seakan mengetuk alam bawah sadar, dan mampu memberikan sugesti akan hadirnya keceriaan di bulan september.

penghujung bulan september, tepatnya 29 september 2015, pukul 02.00 dini hari
kami telah sah mendapat mandat dari sang kholiq untuk menjadi orang tua biologismu.

kami yang telah di takdirkan oleh penciptamu, untuk menjadi orang tuamu sangatlah bersyukur atas hadirmu
kami telah mencintaimu.. sangat mencintai, bahkan jauh sebelum bertemu denganmu sayang...
hadirmu di rahimku, bukan tanpa alasan. cintailah kami, hormati kami, patuhi perintah kami dalam kebaikan hanya karena satu alasan.... perintah Tuhanmu.

kami berusaha semaksimal mungkin mendekatkanmu dengan syariatNya, dan sunnah nabiNya
kami pilihkan rumah sakit yang membolehkan untuk memutarkan murotal qur'an untuk menyambut kehadiranmu, yang membolehkan inisiasi menyusui dini begitu terdengar tangismu.
kami bisikan dengan lembut kalimat perlindungan di telinga mungilmu "u'idzuhu bika wa dzuriyatahu mina syaitonirrojim"
kami tahnik dengan melumatkan sebutir kurma ajwa lalu dioleskan di langit langit rongga mulutmu.
kami pilihkan dua ekor kambing terbaik untuk kemudian disembelih sebagai aqiqohmu pada hari ke tujuh dari kelahiranmu.
kami cukur gundul rambutmu, lalu rambut itu ditimbang dan berat timbanganya disamakan dengan nilai emas lalu kami sodaqohkan.

dan.. kami pilihkan nama untukmu "utsman abdurrahman ar rozie"
perpaduan dua nama sahabat Rosululloh.... utsman bin affan dan abdurrahman bin auf.
dimana kedua nama sahabat tersebut termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga, bahkan ketika jasadnya masih dibumi, surga telah merindukanya.  kami berharap kelak kau mampu meneladani keimanan mereka. kami memilihkan panggilan untukmu.... "utsman" kami berharap setiap orang yang memanggilmu dengan panggilan itu merupakan sebuah doa, ya doa.... bahwa kau kelak akan meneladani sahabat rosululloh yaitu kholifah utsman bin affan.

utsman.... kholifah ke tiga yang masyhur dengan kelembutanya, kedermawaanya, kekayaan harta yang halal lagi baik, dan sifat malu nya. pernah suatu ketika rosululloh sedang berbaring santai dirumahnya.. datanglah sahabat abu bakar dan rosululloh pun mempersilahkanya masuk, lalu sahabat umar bin khotob pun minta izin pula untuk bertamu, rosululloh langsung mengizinkan masuk sebagaimana abu bakar. namun ketika sahabat utsman bin affan datang dan meminta izin untuk bertamu... rosululloh meminta waktu sebentar untuk berbenah dahulu baru kemudian mempersilahkan masuk. ibunda aisyah ra pun bertanya, ada apa dengan utsman ya rosululloh? hingga ada perlakuan khusus yaitu berbenah diri ketika menyambut kedatangan utsman bin affan....rosulullohpun menjawab: bagaimana aku tidak malu kepada orang yang malaikat saja malu kepadanya.

utsman.... menantu rosululloh. bahkan Allah sendiri yang memerintahkan rosululloh untuk menikahkan anak perempuanya dengan utsman bin affan. rosululloh menikahkan anaknya ruqoyah dengan utsman, begitu ruqoyah meninggal, rosululloh kembali menikahkan anaknya ummu kultsum dengan utsman. hingga rosululloh bersabda, ya utsman... andai aku punya anak perempuan lagi maka akan ku nikahkan denganmu. hingga utsman bin affan mendapat gelar dzun nurain. yang memilik memiliki dua cahaya yaitu dua putri rosululloh. betapa mulianya sahabat utsman... jodohnya adalah perintah langsung dari langit ke tujuh, jodohnya adalah putri dari manusia terbaik di muka bumi.

adapun nama ar rozie adalah kejelasan atas nasabmu. zaman dimana kau terlahir, begitu banyak manusia yang memakai nama belakang dengan nama suami, marga, suku, keluarga besar  dan sebagainya padahal Rosululloh hanya membolehkan nama belakang dengan nama ayah, karena dengan demikian akan terlihat jelas garis nasab keturunan. 

wahai anakku...
kami telah berusaha menyambut kehadiranmu dengan mendekatkan sedekat mungkin dengan syariat Allah tabarok dan Rosululloh. maka tumbuhlah engkau menjadi generasi robbani, muwahid, mualim, mujtahid, mujahid...... berjalanlah di muka bumi dengan tetap memegang teguh juklak hidup dari penciptamu. jadilah qurrota 'ayun bagi kami, jadilah lelaki sholih yang senantiasa menjaga batasan dari Robbmu, hingga kelak di akhirat kami sebagai orang tuamu terselamatkan dari pertanyaan dari Allah tabarok.


penuh cinta dari kami
ayah dan ibu



Jumat, 17 April 2015

Hijrahku dalam bingkai "Mitsaq Gholidho"


Demi zat yang jiwaku ada di gengamanNya
Terimakasih atas indahnya jalan cinta ini...


Jiwa yang bebas lepas, tanpa belenggu, tanpa batas...
Tatanan verbalisasi yang begitu indah mengalir hingga membisukan tatanan sistem para pemain laga ...
Ekspresi emosi yang tuntas terluap atas setiap manufer yang tersaji ...
Dan raga yang tak kenal lelah menapaki setiap langkah, menuju sajian indahnya katulistiwa ...

Kini ketika sebuah kalimat sakti yang mampu menggoncangkan wilayah langit telah terucap, ketika lima keping dinnar menjadi mahar atas perhelatan dan para saksi penghuni bumi dan langit mengucap “baarokallohu laka wa baaroka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khoir” atas perhelatan yang tersaji pada dua insan maka...... seluruh jiwa, verbal, ekspresi emosi, hingga raga akan teruji dalam bingkai mistaq gholidho.

Tibalah saatnya hijrah ke pulau sebrang ...
Hijrahku atas nama cinta... cintaku padaMU,
Hijrahku atas nama taat... taatku padaMU, 
Hijrahku atas nama kehambaanku padaMU tuk taat pada lelaki yang kini, dengan ketaatanku padanyalah yang akan membawaku padaMU.

Dalam kesendirian hijrahku, Pergejolakan manusiawiku tetiba tak tertahan. 
Ragaku singgah di negeri awan, namun angganku melayang pada kaleidoskop tanah kelahiranku, pada kedua manusia tercinta dimana restunya telah menyertai setiap langkahku, serta seluruh “aku dengan segala atmosfer terdahulu”.
Wahai penulis skenario hidupku, mampukan hambaMU

Sebulan setelah perhelatan indah itu terlaksana, KAU kirimkan sebuah hadiah yang begitu indah, yang terus berkembang didalam tubuhku. Sebuah titipan dariMU yang akan menjadi penerus generasi ummatMU, dalam sujud ku bergema “Allahumaj’alnii mukima shollat wa min dzuriyatii, robbana wa taqobal du’a”.  
Wahai pemilik jiwa...  izinkan jalan cinta ini berawal, berlangsung, dan berakhir atas namaMU.

Zona baru,  ketika diri menjadi muhajir dan berkumpul dengan kaum ansor sebagai sebuah satu kesatuan yang bernama bani ghoni (sebuah keluarga besar keturunan india pakistan yang bermukim di pulau kalimantan selatan). Hati ini bersuara, ENGKAU bersamaku, tuntun hamba ya Robb.... sungguh ini benar-benar zona baru dimana sangat berbeda dengan sajian hidupku sebelumnya. 

SajianMu kali ini cukup membuatku menjadi observer semata karena seluruh verbalisasiku, jiwaku, hingga ragaku terpasung atas segala perbedaan terirorial, budaya sekitar, aturan maen, dan para pemain laga yang KAU sandingkan. Ketika sujud, ku tak tahu menahu lagi apa yang hendak ku katakan padaMU, namun tubuhku bergetar hebat.... hatiku berkata ”KAU memahamiku dengan sangat baik, tentu sajian yang KAU beri memang layak tersaji”. 

Kala subuh, lamunanku tersadar dengan panggilanMU.... dan tubuh lelaki disampingku bergerak memenuhi panggilanMU, disetiap panggilanMU menuju rumahMU dan berkumpul dengan seluruh hamba yang mencintaiMU.

KAU tau.... itu sangat melegakanku, terimakasih telah mengirim lelaki perkasa yang mampu menempuh perjalanan terjauh, terpanjang, dan terberat pada setiap panggilanMU. Bagiku lelaki perkasa bukan dia yang mampu menaiki puncak tertinggi dari pegununganMU di berbagai wilayah, bukan dia yang mampu melakukan perjalanan terpanjang mengelilingi bumi, bukan dia yang mampu menyelam ke dasar laut terdalam. Tapi dia yang memenuhi panggilanMU dimanapun, dalam kondisi apapun.  Demi zat yang jiwaku ada di gengamanNya, terimakasih atas indahnya jalan cinta ini...

Rasa yang tak logis ataukah logika yang tak berasa, dalam perjalananya telah bermuara pada mitsaq gholidha, karena segalanya berawal, berjalan, dan berakhir atas nama Illahi Robbi

Minggu, 14 April 2013

Citraku Atas Diriku

Dikala hati ini menggeliat
Simfoni dalam sukmaku berteriak memberi penegasan
Kebungkaman tak lagi mampu ku kuasai
ku larungkan tinta maafku wahai jiwa
Simfoni ini buyarkan norma atas citra
Ya... citra ku atas diriku.

Aliran Energi dalam Simfoni ..
Ritme yang tak mampu ku dengar.
Aroma yang tak mampu ku cium
Bayangan yang tak mampu ku tangkap
Irama yang tak mampu ku dengar
Lensaku pun  tak mampu mencandranya
Kabur dan berkabut,  itulah citraku atas diriku.

Konon energi tak mampu musnah,  ia hanya berpindah
Namun energi pada simfoniku...
Adakah energi yang enggan pindah??
Hingga ia berotasi pada porosnya tuk jaga eksistensinya?
walau mediator terbaik telah tersedia???

Citraku atas diriku...
Bukan untukmu, dia, kalian atau mereka
namun Aku, citraku atas diriku

Wahai sumber energi..
sedikit saja Kau bagi energiMu pada sukma ini
sistemku terbengkalai, ajari aku menatanya kembali

Jumat, 16 November 2012

Kekuatan Diksi dalam Narasi

                                            Scribo Ergosum; Aku Menulis maka aku ada
"eksistensi diri dinilai dari kepiawaian menyusun diksi dalam narasi"

Kata merupakan salah satu alat primer komunikasi manusia. ketepatan dalam pemilihan kata, berdampak pula pada ketepatan emosi yang akan disampaikan, pun sebaliknya.

"The True Power of Water" sebuah buku mungil dari Masaru Emoto
memberikan sebuah deskripsi betapa pilihan kata berdampak pada hasil kristalisasi air. dalam percobaanya: Segelas air putih dgn tempelan kertas bertuliskan cinta/trimakasih, setelah dilihat dengan mikrosof ternyata air mampu membentuk kristal yang sangat cantik. begitu pula sebaliknya dengan diksi negatif seperti benci/ jelek, air tak mampu membentuk kristal. bagaimana jika gelas tersebut ditempel dgn "bismillah"?? bagaimanakah bentuk kristal yang dihasilkan?? kemudian bagaimana dampak terhadap organ tubuh serta kondisi psikis jika air itu diminum???

atau contoh sederhana....
ketika  seseorag melihat film  atau membaca sebuah buku, beberapa diantara kita akan mudah terkesan dengan kalimat tertentu dalam suatu dialog maupun pesan tersurat. seperti..
"terkadang kita perlu berputar menjadi sesuatu yang bukan kita demi menjadi diri kita lagi- perahu kertas"
--> sebuah narasi yang singkat, namun kalimat ini mewakili penjelasan sebuah proses pencarian jati diri manusia, ataupun ketepatan, kenyamanan individu pada segmen tertentu apapun itu... karir, cinta... apapun.
"manusia akan melakukan apapun yang mampu ia lakukan hingga takdirnya terungkap- the last samurai"
--> penjelasan bahwa manusia sangat terbatas dalam meraba sebuah takdir  yang akan hadir pada dirinya, maka keputusan yang dilakukan adalah melakukan hal sebaik mungkin.
"kau memiliki seluruh dunia disini (menunjuk otak), kamu hanya perlu sedikit melihat jauh dari apa yang bisa kamu lihat- the gifted hands"
--> pesan singkat dari seorang ibu kepada anaknya yang mengalami krisis atas kemampuan diri, mengisyaratkan bahwa perlu melihat jauhhh lebih luas, tidak fokus pada kelemahan namun pada sebuah potensi diri. persuasi positif sang ibu... mampu meningkatkan keyakinan atas kemampuan diri.
atau kutipan dari dialog di film "cahaya diatas cahaya"
arya: menurut kamu boneka apa ini? harimau atau serigala?(boneka dengan dua kepala, harimau dan srigala di kedua sisi atas dan bawah)
raya: boneka manusia..
arya: penjelasanya??
raya: harimau tidak mungkin bisa menjadi menjadi srigala, dan srigala mustahil menjadi harimau, namun manusia mampu menjadi keduanya.
--> obrolan santai dengan makna yang cukup menggelitik..  pencitraan diri manusia atas segala pola tingkah lakunya terdeskripsi dengan nyata melalui stimulus boneka.


Diksi... sebuah pilihan kata..
Mampu menjadi jendela untuk melihat, siapa dibalik penyusunnya, apa tujuanya, untuk siapa, hingga kedalaman rasa yang ingin dipersembahkan dalam mencandra.
namun ia juga mampu menjadi alat yang cukup kamuflatif, menjadi topeng atas ketidakmampuan atau ketidakmauan  diri mengenai suatu hal, bahkan ia bisa hadir sebagai pembunuh pada sistem kolektifitas.


Rabu, 30 Mei 2012

Pembuktian Sebuah CINTA

KAU ciptakan aku beserta juklak
KAU takdirkan aku menjelajah alam
KAU sertakan interpreter tuk terjemahkan juklakMU
dan... KAU hadirkan sebuah rasa yang indah pada setiap denyut jantungku
indah... indah sekali, hingga ku lupa bahwa kehadiranku di alam hanya singgah.

KAU perlihatkan padaku sebuah data dan fakta
semua terlihat begitu indah dengan baju validitas dan reliabilitasnya
dan aku begitu mencintainya...
tapi disaat rasa ini pada manufernya, KAU takdirkan aku tersakiti olehnya.

KAU izinkan diksi begitu indah dimataku
hingga ku bermain denganya tanpa kenal lelah
disaat itu pula, KAU takdirkan indraku tak mampu lagi mencerna konflik diksi.

Dalam perjalananku....
KAU bawa aku dengan takdirMU pada taman yang begitu indah
sebuah taman angan yang tercipta dengan tatanan sistem yang dinamis
ya.... lensaku mencandra dengan alur penerjemah yang sistematis
namun.... perlahan, KAU kirimkan petanda padaku
sebuah petanda pengingat bahwa aku sudah terlalu lama bermain.
tak ku indahkan petandaMU... aku bermalas-malas untuk beranjak darinya
mungkin aku cukup nyaman disana...
hingga suatu masa, aku merasa tuli dan buta atas segala yang ku cinta.
ku tak dapat mencandra dengan baik, seluruh sistem nalar dan rasa menjadi  hampa, hambar tanpa ku tau kenapa??? sakitttt..... sakitttttt sekali

Sebuah ketegasan...
fitrahnya sebongkah jiwa telah membawaku padaMU
jiwa ini rapuh, namun mampu menjadi kuat dengan juklakMU
nalarku tak dapat mencerna rengkuhanMU
namun... ku bisa merasa tenang, nyamannnn sekali.

PERANG TABUK, perang penakhluk makkah adalah pembuktian
 "Pembuktian Sebuah Cinta"
Kekuatan romawi, sebuah kekuatan terbesar di dunia pada saat itu berencana akan melakukan penyerangan besar-besaran terhadap kaum muslimin.
sebelum perang tabuk dimulai beberapa informasi simpang siur menjadikan ketakutan yang sangat di komunitas muslim: 

  1. Rumor bahwa Rosulullah akan menceraikan para istri, menjadikan sistem kepemimpinan yang    mulai rentan.
  2. kaum munafiq mendirikan masjid dhirar, masjid untuk memecah belah ummat
  3. informasi tentang raja heraklius romawi telah siapkan tentara terlatih berjumlah 40.000 pasukan
  4. keadaan saat itu kering, musim kemarau, dan cuaca amatlah panas
  5. Rosulullah  memutuskan untuk berangkat dengan segala keterbatasan yang ada

Ditengah perjalanan menuju tabuk, mereka masih di uji dengan berbagai hal seperti mereka harus memakan daun  tuk sekedar membasahi bibir, karena minimnya bekal perjalanan. lalu ketika melewati al hijr perkampungan orang tsamud, Rosulullah melarang mengambil air walau satu tetes .
tidak sedikit nyali kaum muslim yg ciut dan mengeluarkan berbagai alibi untuk tidak ikut dalam perang ini, kaum munafik pun secara terang-terangan menyatakn dukunganya dgn romawi.
setelah sampai di tabuk bayangan ketakutan, kecemasan yang luar biasa tetiba sirna.....
karena justru Allah menjadikan katakutan yang sangatttttt di hati pasukan romawi hingga mereka berpencar kalang kabut di wilayah perbatasan mereka sendiri!!


tak ada perang secara fisik tapi perang pada diri --> seberapa besar cintamu pada TUHANmu, dan pembuktian atas cinta.
Aku tercipta atas nama  "Pembuktian Sebuah Cinta"
medan labirin kehidupan KAU ciptakan, untuk memastikan kredibilitasku atas cinta
apakah aku mampu keluar dari ujian labirinMU
dan membuktikan bahwa aku dapat menjaga sebuah cinta

Sabtu, 26 Mei 2012

Bersyukur Atas Keterbatasan

Lensaku hari ini menangkap slide "quote" pada artikel "bersyukur atas kelebihan dan bersabar atas keterbatasan"sebuah quote yang cukup familiar ditengah masyarakat namun... nalarku saat itu berkata : mari bersyukur atas keterbatasan.

Pada sebuah disiplin ilmu psikologi, retorika penelisik karakter manusia menjadi alat yang cukup ramai diburu. dengan segala konsep memanusiakan manusia.. mereka melihat segala tentang manusia sangat bisa dikomersilkan bahkan dalam hal pendidikan --> komersialisasi pendidikan. tidak sedikit kita jumpai buku membaca pikiran orang semudah membaca buku, alat pendeteksi pikiran dll dari perspektif ilmiah hingga magis.

Sebuah pertanyaan yang muncul dalam acara asi golden ways  "siapa yang ingin dapat membaca semua pikiran orang??" jari telunjuk pun bermunculan di permukaan. "siapa yang ingin pikiranya dibaca orang lain?" tak satupun telunjuk didapat
bayangkan --> jika kita sedang mengisi sebuah acara lalu seturunya dari podium, jatuh terpeleset  dan kita mampu membaca isi setiap kepala yang melihat kita.
betapa malunya.....
betapa mindernya...
kemungkinan terbesar menjadikan kita berpikir sekian kali untuk berada dikeramaian manusia.

Paranormal, magisian, dukun dan berbagai pelatihan untuk dapat melihat hal-hal yang ghoib. tidak sedikit kita jumpai manusia yang bertapa dan segala ritual untuk mendapatkan keahlian tertentu.
bayangkan --> jika kita mampu melihat segala makhluq ghoib dengan segala perwujudan mereka, bisa jadi tidak ada yang dapat kita lakukan. hidup kita hanya ada kecemasan, ketakutan dsb.

Sang Pencipta mencipta pencitaan sesuai kadar dan kebutuhanya bahkan disertakan juklak untuk menjalaninya, pun dengan interpreter juklak. karena ciptaan di beri keterbatasan untuk menelisik lebih lanjut tentang segala.

_fabiayi alaai robbikuma tukadziban_

Selasa, 22 Mei 2012

Suratku Untuk-MU Wahai Pemilik Alam

Wahai pemilik aura pagi yang ku kagumi..
ada anak kecil yang mencoba berkomunikasi denganMU melalui surat yang ia tulis lalu dikirim melalui kantor pos.
ada seorang wanita yang mengirim pesan dalam suratnya melalui perahu kertas yang dihanyutkan ke sungai.
ada pula yang mencoba menerbangkan suratnya ke udara melalui balon gas
dan... setelah ku baca kembali beberapa narasi yang telah ku susun, entah mengapa ku merasa KAU menjawab setiap keluhku pada fenomena yang KAU hadirkan pada hidupku.
mungkin ini salah satu caraku berkomunikasi denganMU..
ya... Suratku untuk-MU

Wahai Tuhanku..
beberapa dekade terakhir, aku merasa benar-benar tak berguna.
padahal semua berjalan seperti biasa.. namun kenapa terasa hampa..
dalam sujudku... ku hanya bisa terdiam serambi terisak dalam ketidakmengertian
aku tak tau mengapa semua terasa begitu hampa..
aku tak tau apa yang ku pinta..
bahkan aku tak tau apa yang ingin ku keluhkan padaMU
dalam durasi waktu yang tak sebentar, ku hanya terdiam tanpa kata.

Narasi terdahulu, ku pernah meminta padaMU tuk tajamkan seluruh indraku hingga ku mampu terjemahkan semua mauMU. apa aku terlalu berlebih dalam meminta? angkuhkah diriku wahai tuhanku?
saat ini...
dengan rasa ini...
ku coba menelisik beberapa profil dengan pewacanaan keilmuan yang mereka punya, namun selalu saja ada alasan untuk melemahkan penguatan itu...

Si pembawa konsep otak kanan...
dengan segala teori yang ia sajikan, tidak sedikit orang mampu terbawa olehnya hingga secara perlahan mampu berpengaruh pada sisi kehidupan baik secara personal maupun kolektif. namun satu bilik nalarku berkata "wajar saja ia berbicara demikian... karena backgroundnya otak kanan, akan sangat berbeda ketika profil itu berdiri sebagai pakar otak kiri"

Si penjual rafia di pasar klewer..
dengan keterbatasanya ia berkisah tentang alur hidupnya yang cukup inspiratif, mampu membangkitkan adrenalin semangat hidup manusia sekitar, namun lagi-lagi nalarku berbisik"wajar saja dia berkata dan merasa demikian, karena keadaan yang serba terbatas. lain hal nya jika ia di kondisi mencukupi"

Si pemilik golden ways..
pembawaan serta tutur kata dengan pilihan diksi mampu membuatnya tampil begitu elegan. tidak sedikit dari manusia terbawa alur oleh narasinya. ah.... nalarku berucap: itulah pandangan dengan background psikologi dan filsafat, memang begitulah cara berpikirnya. namun tidak sepenuhnya dapat dimaknai demikian adanya.... karna akan ada pembatasan yang jelas dan cukup prinsipil dalam kacamata agama.

Tuhannnnnnnnn.....
pernah terbesit di otak ku tuk menulis sebuah konsep "Objektifitas merupakan boomerang bagi kaum intelektual" karena atas nama objektifitas hilanglah keberpihakan seorang intelektual. Dalam melihat sebuah kasus mereka selalu membawa "diksi dalam perspektif" mereka hadir sebagai penyaji data... ya.... hanya sebagai penyaji data !!  tidak ada standarisasi kebenaran, tak ada keberpihakan. lantas apa bedanya kaum intelektual dengan kaum awam????
aku takut terjebak dalam siklus itu... makanya ku tak mau tuliskan. namun rasa ini, kehampaan ini, membuatku berpikir tentang itu... seakan-akan aku terjebak "diksi dalam perspektif"
Tuhannnnnnnn....... sungguh aku begitu mencintai diksi, namun kenapa justru aku terjebak dalam konflik diksi???

Ku coba pudarkan fokusku dengan komunitas yang baru dan kegiatan baru
namun dalam kesibukanku, kenapa rasa ini tetap bersemanyam??
sebuah ujiankah? sebuah hukuman atas kesalahankukah?
KAU sedang ingin bicara apa padaku wahai Tuhanku?? KAU ingin tunjukkan apa pada ku??
atau.... KAU marah padaku, karena aku lalai padaMU? karena aku terlalu mencinta yang lain??

wahai pemilik kebenaran yang mutlak...
malam ini ku hanya bisa mengurai benang kusut pada alurnya, bahwa: 
1. Engkaulah pemilik kebenaran yang mutlak dan tak terbantahkan atas segala  teori ilmiah     dengan validitas dan reliabilitasnya.
2. Kesalahan yang sangat besar jika sebuah kebenaran disandarkan pada profil, apapun itu alasanya kecuali pada interpreter pilihanMU.
3. Jika bersandar terhadap makhluqMU, maka bersiap-siaplah untuk kecewa. Karena hanya padaMU tempat bersandar.
4. Pengetahuan hanyalah media, media untuk memahami suatu hal yang nanti akan dapat digunakan untuk kebaikan, dan tentunya dalam koridorMU.
5. Tidak etis rasanya jika harus berbangga dengan media. Karena media hanya penghantar, bukan goal setting.
6. Pentingnya sebuah tujuan hidup dan  tempat bersandar, dan itu hanya padaMU

Wahai maha penyanyang..
jika peringatan makhluqMU tak mampu sentuh neuron terkecil dalam hatiku, izinkan KAU dan hanya KAU yang menjadi tutor dalam hidupku melalui cara terindah menurutMU.
hingga petunjukMU, mampu ku cerna dengan logika berpikirku...
hingga petunjukMU, mampu ku terima dengan hatiku...
hingga aku menjadi hamba yang pantas untuk KAU sayangi.

Wahai penentu hidup..
maaf... atas kesyukuran yang tak terucap pada nikmat yang KAU beri
maaf... atas keangkuhan hati, pada kelapangan yang KAU beri
maaf... atas keluhan yang senantiasa terucap pada cobaan yang KAU beri

Wahai maha pembolak balik hati..
terimakasih karena aku terlahir dari rahim seorang MUSLIM
terimakasih atas  nikmat ISLAM, nikmat terindah dalam hidupku
terimakasih atas nikmat IMAN yang senantiasa bersemayam di hati
terimakasih atas air mata yang berlinang kala ku bersimpub padaMU
WA ALLAHI.. jangan biarkan hal itu terlepas dari hidupku
yaa.. muqolibal qulubbb tsabit qolbii 'ala ddinik wa tho'atik

ku mohonnn.. pantaskan diri ini tuk jadi hamba yang KAU cinta
ku mohonn.. pantaskan diri ini tuk berkumpul dengan hambaMU yang mencintaiMU dan KAU mencintainya.

Dan... ku mohon..
Mampukan diri ini tuk merasakan nikmatnya IMAN, ISLAM dan IHSAN pada hembusan nafas terakhirku, hingga KAU pantaskan diri ini tuk jadi penghuni SURGA-MU. aminn

Selasa, 08 Mei 2012

Akhir Sebuah Kehampaan

Panas tercipta, agar kehadiran dingin lebih terasa..
Lapar berasa, agar kenyang dapat disyukuri..
Semua rasa yang menyapa akan lebih terasa dengan rasa yang kita mau, dengan cara yang kita pilih
Semua rasa dapat terungkap, walau dengan tutur yang sederhana
Dan mungkin itu cukup manusiawi...

Lantas... bagaimana dengan sebuah "kehampaan" ??
Aneh rasanya.. tetiba merasa "i'm useles"
Meratapi rasa_keterpurukan hidup, dan mendapati alasan tuk sekedar mencaci.

Semua berjalan seperti biasa..
Namun entah mengapa dengan sebuah kehampaan, kekosongan...
Jalan terhampar, namun mengapa semua terasa buntu?
Cahaya begitu benderang, namun mengapa terasa gulita?
Keramaian kota tak pernah padam, namun mengapa terasa begitu sunyi?
Seorang seniman, mungkin akan mudah untuk tampil lebih produktif karena kehampaan itu sendiri dapat Tervisualisasikan dengan berbagai media: sastra, lukis, nada, pahat dll
Lalu bagaimana dengan kehampaan yang hadir pada diri?
Ah.... rasa yang bodoh, dengan pertanyaan yang bodoh !!

Ya... ya.... mungkin inilah  yang disebut fase hidup
Terkadang kita perlu berputar menjadi orang lain, untuk kemudian menjadi diri sendiri.
Yah.... untuk menjadi kupu-kupu yang cantik, seekor ulat yang menjijikan harus mengurung diri, terpuruk tuk Menjalani sebuah proses dalam kepompong.

Opto Ergosum... Hidup itu pilihan
Memilih untuk  terus terpuruk dengan segala kehampaan yang tak berujung??
Ataukah bergegas meninggalkan semua kebodohan dengan melangkah dan terus melangkah.
Sehebat apapun konsep hidup manusia... lagi-lagi mereka hanya bisa berencana
Namun satu hal yang perlu diingat "Matematika Hidup" bahwa setiap hal yang telah diupayakan akan berdampak.
Walau dengan cara perwujudan yang beragam dengan nilai yang sama.
Kuantitas dan kualitas usaha berbanding lurus dengan hasil, walau hadir dengan cara yang berbeda.
Pilihan untuk mengakhiri sebuah kehampaan.

Sabtu, 11 Februari 2012

Kaleidoskop Persahabatan

Kala senja menyapa, kala sang surya mulai lelah..
ku cari pelangi, ku cari aroma tilas hujan sore itu....
entah kenapa kaleidoskop kisah kita terlintas...
diafragmapun bekerja begitu tersiksa..
bulirpun mengalir... hingga lensa ini tak lagi jernih mencandra..

Persahabatan memberi begitu banyak rasa..
karenanya, kita dapat tertawa dalam duka
Persahabatan memberi begitu banyak makna..
terimakasih atas semua kawan

dahulu, kita dipertemukan dalam dera tangis...
sebab masing-masing kita harus berpisah dengan keluarga tercinta.
kau, aku, dan kita semua tak saling kenal
tapi rasa dapat saling mengerti, karena lara yang kita rasa tak jauh beda.

dinegara lima menara itu... hatiku, hatimu, dan hati kita terpaut
segala polah, bahagia, amarah, tangis tertumpah ruah disana.
di atas kasur terdengar isakan tangis kerinduan pada keluarga tercinta
di pojok kamar terlihat badan yang menutupi almari penuh makanan, hahaaa
di depan istana dapur terlihat antrian tangan penuh piring dengan label firqoh masing2
di fentilasi kelas, terlihat transaksi jual beli somay ilegal
di gerbang kemerdekaan itu, terpicu sebuah cara nakal tuk sekedar melintasinya tanpa ada yang tau
di loteng lantai atas kita jumpai mata dengan pandangan kosong, sebuah atraksi yang mampu mencuri perhatian banyak khalayak.
di kala senja mulai berakhir... sahutan suara merdu memanggil nama, dengan nada yang tidak pernah berganti dari zaman klasik hingga postmodern.
semua terasa, begitu indah..

Malam ini, adalah malam yang tak ingin kujumpai..
malam yang menjauhkan ragaku dengan ragamu
malam  yang  akan mengalirkan air mata dipipimu
tekadku bulat kawan... ku tak akan melepasmu dengan air mata
karena kita tidak akan pernah terpisah, bilik diruang hati ini telah kau miliki, sampai kapanpun
_sahabat dulu, sekarang dan selamanya_

Minggu, 22 Januari 2012

Dalam Diam

Dalam diam…
Aksara menari tanpa gerak
Angka pun bernyanyi tanpa suara
Hanya sebersit sinar redup pembawa simpuls.

Dalam diam…
Dentuman teta tak mampu membentuk nada
Gemuruh aliran darah tak mampu gerakkan kata
Dan tetes embun pagi pun tak mampu membasahi raga
Hanya sebersit asa yang tak bertuan

Lidah kita terikat..
Seakan tak mau keluarkan kata
Telinga kita terkunci..
Seakan tak mau mendengar segala
Mata kita tertutup..
Seakan tak mau melihat atas apa yang terjadi.

Tak mampu ataukah tak mau..
Dalam diam,  alunan simfoni menjadi misteri
Haruskan menutup, yang sebelumnya tak terbuka
Haruskah mengembalikan, yang sebelumnya tak terpinjam
Haruskah memperbaiki, yang sebelumnya tak ada yang rusak.

Ah.. terlalu rumit ku rasa…
Apapun angan  dalam diam
Apapun kata yang ingin terucap
Apapun suara yang ingin didengar
Apapun aksi yang ingin dilihat
Satu asaku..  
tak akan ada jiwa yang merasa terluka. 

Kamis, 29 Desember 2011

Filosofi Secawan Teh Pahit

Aura pagi kali ini menuntun pena saya tuk menggali makna dibalik sebuah petanda. berkisah seorang sahabat  dengan secangkir teh hangat tanpa gula, hmm.. beberapa memory di alam pikir pun mulai terakumulasi dengan password tersebut. seperti perbincangan dalam film cinta pucino: "kamu suka capucino ya? pantess... kamu orangnya susah ditebak" atau sebuah pesan dari interpreter pemilik alam, memberi isyarat tentang penjagaan pada makanan halal/haram yang kita konsumsi. hhmmm..... mungkin nggak ya?? kita bisa liat karakter individu dari makanan atau minuman yang disukai seseorang?? atau sebaliknya? merubah karakter individu dengan berusaha menyukai makanan/ minuman yang nggk kita suka??hmm..... maybe awal pemikiran ini bisa jadi stimulus para peneliti.. haaaa...

Sebersit filosofi subjektif mencoba memberi makna pada setiap petanda...
teh bukan minuman yang istimewa, mudah didapat, terjangkau dan tidak membutuhkan cara yang cukup sulit untuk menikmatinya. semua terlihat begitu sederhana, akan tetapi perhatikan setiap detail dari "secawan teh pahit yang hangat di pagi hari"


- TEH : isyaratkan kemurnian, alami, dan sebuah konsep hidup yang sangat jauh dari kamuflase.

- Rasa PAHIT : prototehnik hidup, ketika jiwa yang tak lagi suci terlempar dari singgasana surgawi menuju area perjuangan. ya ya..... hidup itu sebuah perjuangan.


- dinikmati ketika HANGAT : sebuah cara dalam menikmati  perjuangan. tidak panas, tidak pula dingin,  isyarat keseimbangan rasa. tidak perlu terlalu dalam, ketika mencandra sebuah rasa. mencoba menikmati proses hidup.

- diminum ketika PAGI hari : mayoritas manusia mampu menikmati aura pagi, aura penuh kesejukan, ketenangan, dan kenyamanan. lagi-lagi sebuah cara menikmati hidup.

- Disajikan dengan SECAWAN : merupakan miniatur deskripsi sebuah prototeknik hidup. ya.....sebuah miniatur hidup yang mampu membawa kita untuk sekedar mengintip kolong langit, dengan segudang racikan konsep nyata. 

Detail pada bagian pucuk daun teh mengandung zat pembaharu. ya.... disetiap tegukan, suguhkan anti oksidan yang mampu melakukan perbaikan pada setiap detail organ tubuh, pelan namun pasti. aromanya berikan ketenangan, tidak sedikit para ilmuan membawa aroma teh sebagai aromatherapy dengan berbagai media dan perlahan organ psikispun ikut membaik. sebuah kompilasi pembaharu fisik dan psikis yang sistematis..

disetiap kelemahan, tersimpan kelebihan
disetiap kesulitan, tersimpan kemudahan
dan... dibalik kesederhanaan, tersimpan istimewa yang terpendam
demikian racikan filosofi secawan teh ala prespektif nana. terlepas apakah para penikmat teh dengan rasa pahitpun memiliki karakter yang demikian... bisa iya bisa tidak... J
  

Minggu, 25 Desember 2011

Kesurupan Dalam Perspektif

Kesurupan, bukan fenomena yang asing lagi dinegeri yang sungguh lucu ini. bagaimana tidak, prespektif mistik menjadi sebuah perspektif kolektif, semakin  klasik semakin dicari. terlepas dari prespektif mistik kolektif, satu hal yang menjadi fokus , mencoba menilik kesurupan dalam prespektif keilmuan. sebuah tinjauan kesurupan dari prespektif medis, psikologis dan religiusitas.

Kesurupan : merupakan sebuah fenomena disaat seseorang mulai lepas kendali atas pikiranya sendiri, pandangan kosong, tingkah yang nggk logis, bahkan bicara tentang hal yang aneh, terkadang pita suarapun berubah. kesurupan pun mampu hadir di sebuah komunitas dan menjadi kesurupan kolektif. beberapa fenomena kesurupan kolektif sering menerpa sebuah komunitas yang memiliki permasalahan dan cara pandang serta kondisi psikologis yang serupa.

Tinjaun Kesurupan dalam Perspektif Medis
dalam kacamata medis, kesurupan merupakan sebuah keadaan tak sadarkan diri atau lebih dikenal dengan trance. definisi trance menurut beberapa ahli : Hinsie dan Campbel (1970), trance mempunyai persamaan arti dengan hipnosis, katalepsi, dan keadaan ekstasi atau kekaguman dapat juga diartikan terlena. Cameron (1963), trance merupakan keadaan kehidupan separuh sadar (half-light) antara realita yang nyata dan fantasi yang gelap. dalam PPDGJ III gangguan ini digolongkan dalam gangguan dissosiasi. adapun Diagnosa menurut PPDGJ III --> adanya kehilangan sementara penghayatan identitas diri dan kesadaran terhadap lingkungan. hanya gangguan trance yang involunter (diluar kemauan individu), tidak ada penyebab organik (epilepsi, cedera kepala, intoksikasi zat psikoaktif) dan bukan dari gangguan jiwa (skizofrenia, gangguan kepribadian multiple).
solusi:
biasanya lebih pada penanganan farmakologi yaitu: pemberian injeksi anti depresan/ anti anxietas agar lebih tenang.

Tinjauan Kesurupan dalam Perspektif Religiusitas
Islam mengantarkan paradigma kesurupan pada sebuah kondisi dimana telah masuknya golongan jin pada tubuh manusia, hingga manusia kehilangan kontrol terhadap kesadaran.

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
Sesungguhnya  setan itu dapat berjalan pada tubuh anak adam melalui aliran darah 
(HR. Bukhori dalam kitab Al Ahkam 7171)


الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَا لاَ يَقُوْمُوْنَ إِلاَّ كَمَا يَقُوْمُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ
orang-orang yang makan riba itu tidaklah berdiri (bangkit dari alam kubur) melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran tekanan/ gangguan jiwa
 (QS AlBaqoroh: 275)
Solusinya: ruqyah syari'ah yaitu dengan dibacakanya ayat-ayat al-qur'an, nama serta sifat Allah.

Tinjauan Kesurupan  dalam Perspektif Psikologis
depth psychology atau psikologi dalam menemukan ketegangan antara hidup sadar dan hidup tidak sadar dengan menganalisa ketidaksadaran sebagai suatu lapisan psikologi manusia. sebuah kajian psikoloanalisa C.G.Jung membagi ketidaksadaran dalam 2 lapisan yaitu: ketidaksadaran individu (stimuli dari pengalaman yang kemudian ditarik ke alam bawah sadar) serta ketidaksadaran kolektif (stimuli prespektif kolektif yang terbangun dalam sebuah komunitas yang sifatnya warisan ).
Solusinya: hipnoterapi, pendekatan personal


Rabu, 21 Desember 2011

Barangkali Cinta _ Dee dalam Madre

Barangkali Cinta...
jika darahku mendesirkan gelombang yang terungkap oleh darahmu
dan engkau beriak karenanya
darahku dan darahmu, terkunci dalam nadi yang berbeda
namun berpadu dalam badai yang sama.

Add caption
Barangkali Cinta...
jika nafasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku
dan aku terbakar karenanya
nafasmu dan nafasku
bangkit dari rongga dada yang berbeda,
namun lebur dalam bara yang satu




Barngkali Cinta...
jika ujung jemariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu
dan engkau memahamiku seketika
kulitmu dan kulitku
membalut dua tubuh yang berbeda
namun berbagi bahasa yang serupa

Barangkali Cinta...
jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa
dan aku dapati rumah yang kucari
matamu dan mataku
tersimpan dalam kelopak yang terpisah
namun bertemu di jalan setapak  yang searah.

Barangkali Cinta...
karena darahku, nafasku, kulitku, dan tatapan mataku
kehilangan semua makna dan gunanya
jika tak ada engkau diseberang sana.

Barangkali Cinta...
karena darahmu, nafasmu, kulitmu, dan tatapan matamu
kehilangan semua perjalanan dan tujuan
jika tak ada aku diseberang sini.

Pastilah Cinta...
yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan dan kebijaksanaan
untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu
dan menjembatani semuanya
demi memahami dirinya sendiri.

Jumat, 16 Desember 2011

Rasa ini Pembodohan

narasi tentang rasa yang tertulis di sebuah dinding sahabat pena, stimuli yang mampu ciptakan fluktusi sebuah pembodohan.
rasa tak pernah membuatku seperti ini....
menghujam kelubuk hati, hingga dalam diam ia memanggil, dalam hening ia mengalun
masa tak pernah membuatku seperti ini....
melambat atau cepat mengikuti lirik rindu, dan aku tau rasa ini bukan sengaja mengusik haru

picisan....
pembodohan.... 
terlalu melankoli...
apalah itu, satu hal yang tak bisa kupungkiri kau mampu merebut fokusku.

kali pertama, bulir ini mengalir...meresap... pada rongga dinding yang bertahtakan nafas.
logikaku tak mau beri alasan atas semua pembodohan ini.. bahkan tidak, walau  hanya satu dentuman saja...

alunan sendu  yang kian menderu
bisikan ruang hampa yang semakin menerpa
dalam diam, jiwa pun berontak atas pembodohan...
pembodohan yang tak ku mengerti rimbanya...

berlaga dalam medan, beraksi dalam ambisi...
dengan sayap lumpuh, mencoba memudar fokus
tertatihku, terseokku... semua tersimpan rapat dalam angkuh tak berujung.

wahai pemilik jiwa yang suci..
ku tahu, jiwa yang Kau titipkan ini tak lagi putih seperti salju,
namun satu asaku padaMu... tautkan jiwa ini pada raga yang Kau titipkan jiwa padanya... 
jiwa yang terpaut lekat padaMu, hingga jiwa ini  kembali padaMu dengan jiwa penuh alunan simphoni keikhlasan

Rabu, 14 Desember 2011

Katarsis Emosi Solusi Tepat sebelum Psikosomatis beraksi

Raga terbangun dikala pergantian masa diiringi instrumental biola dan saxophone....

hmmm... emosi... ya... tiap individu hadir di bumi dengan seperangkat alat yang namanya emosi. sejenak, stereotipe kolektif individu membawa makna diksi ini ke arah negatif, misalnya: si dinda lagi emosi (dinda lagi marah) tapi kalau si dinda lagi bahagiaa banget nggk ada yang bilang si dinda lagi emosi haa.. so.... sebelum kita bicara tentang emosi, mari kita samakan persepsi.
emosi : perasaan yang kuat akan sesuatu baik yang sangat menyenangkan ataupun sangat mengganggu.
jadi.... emosi merupakan gejolak sebuah rasa. sepakat??? okey guys...  perasaan yang kuat yang terolah karena stimuli sekitar akan membentuk sebuah energi yang berlebih dan itu membuat keseimbangan terancam, sehingga butuh sebuah pelampiasan emosi. nah.... ini dia yang namanya katarsis emosi. :)
silent of love 
perasaan orang yang lagi jatuh cinta tapi diam.. semakin lama, semakin dalam perasaan tersebut tapi rasa itu hanya dia yang tau.. hingga pada klimaks rasa yang terpendam ini akan membuat gelisah, terfokus ke satu arah bahkan berdampak pada fisik, seperti sesak, deg-degan, tiba2 cemas dll _ maybe ini yang disebut galau dikalangan anak muda. --> setelah perasaan terungkap pada seseorang yang terkait, terasa lebih ringan (terlepas ada tanggapan balik apa nggk, yang jelas.... intensitas kegelisahan ini berkurang)
takut yang sangat
hmmm.... misalnya kamu lagi lewat di kuburan malem2 (haaa... nggk oke bgt contohnya... gpp ye..) tiba-tiba liat bayangan hitam lewat.. dalam takut yang sangat, kedua kaki nggk bisa diajak lari.... tiba-tiba jadi kaku.. tapi setelah kamu bisa teriak sekencang-kencangnya, si kaki baru deh bisa lari. --> teriak adalah bentuk katarsis emosi, sehingga sedikit bisa lega dan kaki pun mampu bergerak.

Bicara mengenai katarsis emosi tiap individu memiliki cara tersendiri seperti:
- teriak sekencang-kencangnya saat laju kereta api atau di laut lepas atau di puncak ketinggian alam.
- makan dalam porsi yang banyak, nangis sekencang-kencangnya
- salurkan ke hobi : maen basket berjam-jam, renang berjam-jam, dalam  lukisan, pun dalam tulisan seperti  
   saya he.... (karena rasa memaksa diksi berbaris menyusun narasi  halah....)
silahkan pilih sendiri cara kamu, karena kamu yang paling tau kamu, dengan catatan tidak mengganggu emosi yang lain haaaa...

katarsis emosi itu perlu kawan, karena secara struktural otak memiliki batasan beban pikiran, kalau tidak segera diseimbangkan akan berdampak pada gangguan psikis bahkan fisik --> psikosomatis.
sehat tapi merasa sakit... pernah dengar??  badan lemes, muntah berkali-kali, kaki terasa lumpuh dan segala keluhan fisik lainya.. setelah medical check-up dokter menyatakan tidak ada hal yang serius yang perlu dikhawatirkan, secara medis dinyatakan baik-baik saja. lalu kenapa ini???
ini yang disebut psikosomatis atau somatisasi yaitu: penyakit fisik yang disebabkan pikiran negatif individu yang berlangsung dalam durasi yang panjang, serta intensitas grafik pikiran negatif semakin meninggi.

setiap individu sangat memungkinkan untuk mengalami psikosomatis.... so... mari kenali diri, dan lakukan katarsis emosi yang sesuai dengan pribadi anda. :)

Rabu, 16 November 2011

Konformitas; Sebuah Permainan Mind-Set Kolektif


lagi seru-seruan di twitter tiba2 ja ada yang reques tulisan untuk anak se-usia smu. ya.. bisa di bilang  nana lovers mungkin haaaa..  pasalnya  waktu gw PPL doeloe.... gw sempet dapet kado gitu... bungkusnya warna pink, ada surat warna pink dan sesuatu yang unik warna pink pula..... astaga.... padahal waktu itu warna pink adalah warna yang nggk bgttttttttt bgt gw. di depan banyak orang, kado pink itu dibawa oleh seorang lelaki... dgn gagahnya dia kasi kado ntuh bwt gw...

Jumat, 11 November 2011

IMPIAN; kekuatan pencitraan alam bawah sadar

 Dari Abu Hurairah r.a berkata, bersabda Rasulullah s.a.w, berfirman Allah yang maha agung:
"Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku tentang Aku, dan Aku bersamanya ketika ia menyebut nama-Ku. bila ia menyebut Aku dalam dirinya, Aku menyebut dia dalam diri Ku. bila dia menyebut-Ku dalam khalayak, maka Aku akan menyebutnya dalam khalayak yang lebih baik dari itu. bila dia mendekat kapada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat padanya satu hasta. jika dia mendekat kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa. bila ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari "
(HR Al Bukhori, Muslim, Ibn Majah, At Tirmidzi Ibn Hanbal)