Narasi BlogSpot

MEMBACA,MENAMBAH WAWASAN____MENULIS,MEMPERTAJAM ANALISA___DISKUSI,MEMBUKA CAKRAWALA

Jumat, 18 Maret 2011

Re-generasi... Sebuah Konsep Penurunan Hereditas Idiologi

Manusia dan komunitasnya serta paradigma yang mereka usung merupakan pelukis peradaban alam. peradaban yang  bersifat visioner tidak akan pernah tercipta  tanpa adanya re-generasi sebagai pengusung visi dalam ciptakan manufer-manufer peradaban selanjutnya.

Tidak sedikit dari individu  dengan mobilitas yang cukup tinggi mengeluhkan perilaku generasi muda selanjutnya, padahal dari sisi dana sudah lebih dari cukup mereka mensuport. segala bentuk fasilitas telah mereka sediakan hingga mereka terjebak dalam kebimbangan yang mereka ciptakan sendiri. dan kondisi ini pun menjadi kebimbangan kolektif dalam masyarakat.

sedikit menilik pada organisasi yang tercipta di sekitar..
sebuah kerajaan telah terbentuk visi, misi, serta aturan maen, terciptalah manufer-manufer indah dengan segudang karya yang cukup memukau, suatu ketika pada generasi selanjutnya terjadi ketidak-seimbangan dan merekapun mencoba menciptakan konsep, dan aturan baru begitu pula dengan generasi selanjutnya. setiap generasi, terjadi pembentukan konsep baru bukan pembaharuan.... semua dari nol.... kebimbangan kolektif tercipta....

Sebagian dari kita telah melupakan sebuah konsep cantik dan fatal dalam sebuah re-generasi. Re-generasi bukan hanya sekedar munculnya generasi selanjutnya secara kuantitas, akan tetapi lebih pada bagaimana sebagai pioneer dapat menurunkan sebuah konsep idiologi kepada generasi berikutnya. ketika sebuah mind-set indah telah tertanam pada generasi selanjutnya maka miniatur pencipta karya telah tercipta. hereditas idiologi yang tertanam pada generasi tersebut dapat berkembang dan akan terus melanjutkan perjuangan hingga manufer peradaban tercipta dengan elegan....

Mari segarkan kembali konsep Re-generasi....
bukan hanya secara kuantitas tapi bagaimana penurunan hereditas idiologi hingga perjuangan akan terus berlanjut... dan manufer karya akan tercipta

Jumat, 11 Maret 2011

dee... supernova

Engkaulah getar pertama yang meruntunhkan gerbang tak berhujung mengenal hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.

Kau hadir dengan dengan ketiadaan.
Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tak pasti.

Namun aku terus disini.
Mencintaimu.
Entah kenapa?

Kamis, 10 Februari 2011

Euforia Sebuah Kohesifitas Internal

 Sebuah komunitas yang tercipta dari serpihan mozaik tidak akan terlepas dari suguhan kohesifitas internal, walau hanya kamuflatif semata. karena mereka satu kesatuan  yang harus ada bagaimanapun bentuknya. inilah hidup yang selalu bersinggungan dengan berbagai aspek internal dan eksternal faktor kehidupan.

komunitas dimanapun, apapun dan bagaimanapun akan selalu diiringi sebuah gesekan antar anggota komunitas, dan gesekan itu memiliki prosentase yang beragam sehingga kemunculan dominasi dan resesif itu seakan wajib ada. sebagian pihak resesif akan terpinggirkan oleh pihak dominasi.
diluar adil atau tidaknya kebijakan... diluar pantas atau tidaknya sebuah sikap....

fenomena siratkan serakahnya manusia........ dengan alat bantu yang mereka miliki.
sebuah kohesifitas internal sebagai jargon indah komunitaspun hampir hadir sebagai wacana belaka.
euforia kohesifitas mencuat dengan topeng indah...tanpa hiraukan eksistensi dibalik sebuah makna kehidupan.

wahai jiwa.... marilah belajar memanusiakan manusia hingga personal komunitas dapat saling menghargai dan euforia kohesifitas internal sebuah komunitas bukanlah sebuah pewacanaan jargon semata......

Kamis, 03 Februari 2011

Arogansi Emosi dibalik Kentalnya Pencitraan Diri

Manusia dihadirkan di bumi dengan seperangkat alat lunak, dimana masing-masing perangkat tersebut memiliki sifat tersendiri. ia lahir dengan karakter yang beragam karena persentase sifat dari perangkat lunak tersebutpun beragam, dan alam memiliki kontribusi dalam mendidiknya.

Microcosmos itupun tumbuh dan saling bersinergi hingga tercipta komunitas sederhana di medan laga. suatu ketika salah satu bagian dari perangkat lunak microcosmos itupun terusik yaitu emosi oleh anggota komunitas yang lain. Kondisi emosipun menjadi labil, dan kondisi ini berpengaruh pada perangkat yang lain bahkan pada microcosmos lain dan ketidakseimbangan kolektifpun tercipta.

Sensibilitas emosi setiap individu sangatlah bersifat subjektif....
suatu ketika di belahan bumi, hadir individu yang cukup memperhatikan eksistensi sebuah citra diri. Individu ini memiliki sensibilitas yang tinggi berkenaan dengan citra diri yang terbentuk. mungkin kasap mata tak terlihat.. karena semua itu dapat terbingkai indah dengan permainan verbalisasi dan politik pencitraan. akan tetapi ketika sedikit sentuhan tentang pencitraan dirinya terusik, arogansi emosi sesaatpun muncul, seakan ia lupa citra yang selama ini ia bangun.

pesan tersirat:
- bumi butuh individu dengan karakter yang terintegritas bukan hanya sebuah citra
- tidak dapat dinafikan manusia hidup butuh citra, tapi bukan semata-mata citra diri
- wahai microcosmos.... mari bersinergi tuk ciptakan keseimbangan macrocosmos.

Senin, 03 Januari 2011

Pembunuhan Karakter Dengan Gesture

Begitu sadis bahkan sangat ketika individu harus berdiri tegak dengan seonggok daging tanpa arah. pembunuhan secara fisik sekilas terlihat begitu menyiksa, kasap mata menilai begitu menyakitkan akan tetapi sakit yang dirasa ketika proses pembunuhan fisik akan segera berakhir ketika nyawa tak lagi menyatu dengan jasad.

Sangat berbeda dengan pembunuhan secara psikis di tinjau dari sisi dampak pada kelanjutan dalam hidup. secara fisik individu masih terlihat berdiri tegap dengan kerangka yang masih tersusun rapi dalam tubuh, akan tetapi secara psikis efikasi individu perlahan namun pasti dapat luntur. pukulan atmosfer yang tercipta telah mengurai mindset indah  hingga menjadi serpihan mozaik yang berterbangan.

Minggu, 05 Desember 2010

Fluktuasi Cinta

Manusia adalah makhluk sosial sehingga tidak dapat kita pungkiri akan tercipta sebuah hubungan antar manusia. Hubungan yang terjalin, baik secara interpersonal maupun intrapersonal merupakan sebuah hubungan yang tercipta terkait adanya sebuah rasa dan  rasa hadir sebagai salah satu bukti eksistensi adanya afeksi manusia.

Afeksi merupakan  sebuah dimensi yang begitu lunak, kata afeksi berasal dari bahasa latin yaitu affectio yang berarti "keadaan yang tersentuh". Sebuah element yang mudah tersentuh  bahkan begitu dalam dan itu bisa  terjadi karena perjalanan subjektif individu yang dirasa cukup kuat.  Element  yang mudah tersentuh itu dapat berupa C.I.N.T.A...

Cinta secara definitif dari sudut pandang psikologi :
  • Erich Fromm seorang psikoanalisa mengatakan cinta hanyalah memberi, dengan melihat orang yang kita cintai bahagia secara fisik, psikis, maupun spiritual. adapun unsur cinta meliputi care, respect and responsibility. cinta yang berprinsip  take and give bukanlah cinta sejati akan tetapi cinta dagang.
  • Robert Sternberg seorang psikolog mengatakan bahwa cinta merupakan sebuah kisah yang ditulis oleh individu. kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan dan kesemua itu berdampak pada pola sikap individu. Sternberg terkenal dengan konsep "triangular theory of love"yang mencakup 3 element penting yaitu: 1) element emosi yaitu: keintiman, 2)element motivasional yaitu: gairah dan 3) element kognitif  yaitu: komitment.
Cinta representasi dari sebuah rasa, dan rasa dapat bersifat fluktuatif dalam arti kadang stabil, kadang labil,  kadang naik pada radius sekian ataupun sebaliknya. Dengan pembawaan sifat demikian, manusia yang merupakan satu-satunya makhluq pemilik cinta dituntut untuk dapat mengelola cinta agar lebih terasa dan tentunya bermakna.

Tidak sedikit kita jumpai manusia kewalahan dengan datangnya sebuah cinta. ketika cinta datang seluruh element individu bergerak.. jantung berdetak cukup keras, gemetar, keringat dingin keluar, susah tidur, susah untuk menghentikan memikirkan tentangnya, bahkan  hormon dalam tubuh manusia pun mengalami perubahan.Cinta terkadang, terasa menyakitkan ketika berlawanan dengan keinginan individu. Atas nama cinta, individu mampu melakukan hal diluar lintasan rel logika. atas nama cinta pula individu rela mati, membunuh bahkan lebih gila dari itu

Cinta memiliki ruang yang sangat luas dan mengundang berbagai element manusia untuk hadir di ruang tersebut tanpa membedakan kasta, profesi, umur, serta apapun background manusia. sangat wajar jika kita jumpai cinta lama bersemi kembali, cinta pada pandangan pertama, cinta antara guru dan murid, kisah cinta si preman,  virus merah jambu di panti jompo,berbagai kisah cinta tercipta di dunia...unbelieveble!!. ini bukti bahwa cinta adalah rasa yang begitu dasyat dan sangat fluktuatif.


Merujuk pada "fluktuasi cinta"......
tidak sedikit kita jumpai fenomena perceraian, perselingkuhan, rumah tangga yang sekedar ada komitmen, ataupun hubungan (percintaan, persahabatan, orang tua-anak, menantu-mertua dll) yang dirasa terlalu flat/datar, bagaimana itu bisa terjadi??? lantas apa solusinya????

contoh: kasus orang pacaran
ketika seorang lelaki menaruh simpati pada seorang gadis, apapun akan dilakukan oleh lelaki tersebut seperti perhatian yang berlebih, surprise, apapun itu yang menunjukkan kalau si lelaki peduli terhadap si gadis. Apapun itu,  ia ingin menunjukkan akulah lelaki yang kau tunggu wahai gadis pujaan hati. Meskipun pada awalnya si gadis menolak, akan tetapi melihat kesungguhan, kesabaran, ketelatenan, serta usaha yang tidak sepele dalam durasi waktu yang tidak sebentar pula hal itu mampu meluluhkan hati si gadis, dan akhirnya merekapun menikah.

Pada awal hubungan masih terasa harmonis karena tiga element dari triangular theory of love dari Sternberg masih utuh... begitu pula tiga unsur cinta versi Erich Formm yang mencakup:
1. care/peduli pada pasangan, peduli pada apa yang dirasakanya, serta perkembangan pribadinya. 
2. responsibility/ bertanggungjawab, siap memenuhi kebutuhan baik fisik, psikis sehingga membuatnya bahagia
3. respect/ hormat, menghargai prinsipnya dan pendapatnya, menerima segala kelebihan dan kekuranganya.

waktu terus berjalan... hingga pada suatu ketika  surprise tak lagi ada, perhatian berkurang sangat drastis ataupun sebuah kegiatan bersama / perlakuan yang sifatnya relatif sama dari hari ke hari sehingga terkesan hanyalah rutinitas semata.
- dari kacamata lelaki: ngapain juga pake surprise segala, sms nggak penting.. sok romantis toh sudah jadi suami istri, kaya anak  muda aja. yang penting aku dah kasi nafkah, aku juga nggak macem2. cukup.(lelaki yang cenderung dengan logika)
-dari kacamata wanita: huh... dulu aja sebelum nikah perhatian banget, sekarang boro2.. ugh.... capek, bosen, bete,  sebel.. (wanita yang cenderung dengan perasaan)
melihat kisah diatas apakah ketiga element itu masih tercipta dalam hubungan??? masihkah ada keharmonisan???tidak... dan yang tersisa hanyalah sebuah komitmen kebersamaan (karena ada anak, karena malu, karena tidak enak hati  dll) apapun itu...dan kondisi semacam ini bisa tercipta walau tanpa hadirnya pihak ke-tiga.


Cinta memiliki frekuensi dan dapat bersifat fluktuatif, sehingga ikuti saja alur sifatnya....
dalam arti sebuah hubungan yang telah tercipta memerlukan suatu alat untuk menyegarkan kembali. sesekali waktu perlulah seorang suami memberikan surprise sederhana pada istri  pada event2 spesial, atau sesekali mengatakan aku mencintaimu, aku bahagia hidup denganmu atau sekedar telephon/sms menanyakan kabar begitu pula sebaliknya. Meskipun pasangan terlihat tidak terkesan, namun bisa saja jauh dilubuk hati ia sangat bahagia atau suatu saat memory itu akan muncul dan begitu berkesan.Dari hati akan sampai pula ke hati.
Untuk menciptakan manufer-manufer cinta dalam rangka penyegaran kembali sebuah hubungan banyak hal yang bisa dilakukan, dan kesemua itu butuh komunikasi yang baik antar personal.

Bagaimana dengan hubungan anda dengan pasangan, orang tua,saudara, anak, murid, guru, sahabat,tetangga ???? lantas apa yang sudah anda lakukan???? IKUTI ALUR CINTA DAN LAKUKAN FLUKTUASI CINTA DEMI SEGARKAN HUBUNGAN TENTU DENGAN KOMUNIKASI YANG BAIK.

Senin, 29 November 2010

maksimalkan potensi anak dengan dolanan tradisional

Dolanan bagi anak sangatlah penting bahkan bisa dikatakan primer. Pada masa anak adalah masa pengenalan berbagai hal yang sangat baru mereka jumpai. Proses pembelajaran pada masa anak akan sangat efektif ketika rasa ingin tau yang mendalam  dipadukan dengan kondisi pembelajaran yang menyenangkan. dengan demikian jargon yang dikeluarkan majalah bobo "bobo..teman bermain dan belajar" bertahun tahun lamamya tetep booming hingga saat ini. ataupun yang lain.. seperti "belajar sambil bermain"...  hal ini menunjukkan antara belajar dan bermain memiliki kohesifitas yang tinggi.

Melihat mainan anak saat ini para praktisi anak, para pendidik ataupun yang berkaitan pastilah prihatin. dengan dalih modern, mainan anak saat ini lebih pada permainan di dpn komputer seperti game bahkan tidak sedikit kita jumpai proses pembelajaran dari angka, warna juga didesign dengan CD Tutorial. sangatlah wajar jika mereka tumbuh dengan kerangka apatis ataupun krisis terhadap kepekaan sosial. tidak sedikit kita jumpai anak anak yang memilih bermain game/ playstation, berjam jam hingga tak kenal waktu.

Mari kita tamasya dengan  kendaraan sejarah untuk menengok kembali berbagai permainan tradisional anak bangsa yang begitu variatif.

dakon. 
permainan dengan dakon mengajari anak untuk tidak pelit dan mau berbagi, hal ini dapat dilihat ketika koin harus dibagikan pada seluruh kawah kosong baik milik kita sendiri ataupun miliki teman. diajarkan pula konsep menabung pada lumbung yang tersedia, bahkan dalam menabungpun tidak semua harta ditabung tapi ada sebagian yang menjadi milik orang lain.
secara implisit... melatih kepekaan afeksi  lakon.

jimpit jimpitan
sebuah mainan yang dilakukan dengan saling mencubit tangan teman.mengajarkan konsep sebab akibat. ini merupakan pelatihan logical sequence sejak dini, dengan demikian ketika dewasa ia akan dapat melihat segala permasalahan secara runtun, dan objektif .

permainan tangan
permainan tangan sangatlah bervariasi.. seperti tepuk silang, tangan dibalik  bahkan antara tepuk tangan kanan dan kiri berbeda juga dapat dilakukan.berbagai variasi tepuk seperti halnya di atas  tanpa kita sadari telah melatih keseimbangan otak kanan kiri sejak dini, yang nantinya akan dapat berdampak pada perkembangan kognisi yang luar biasa. saat ini begitu boomingnya konsep "aktivasi otak tengah" dengan pembiayaan yang cukup mahal untuk mendapatkan pelatihanya.tanpa disadari kita bisa lakukan dengan cara yang sederhana.

permainan petak umpet
pada permainan ini ... menuntut psikomotor anak. satu point lebih unggul dibanding mainan anak saat ini yang lebih memakan waktu untuk diam ditempat dalam durasi waktu yang tak singkat, ditambah lg dengan intensitas d dpn komputer.pada permainan petak umpet ini mengajarkan kepekaan, rasa tanggungjawab, sosialisasi, kebersamaa termasuk strategi... sangat komplit... afeksi, kognisi, psikomotor...

dengan artikel ini bukan sebuah harga mati bahwa mainan tradisional mainan terbaik anak bangsa akan tetapi semoga dapat membuka wacana bahwa dengan kemajuna teknologi yang berkembang ada beberapa sisi yang musti dikritisi. mainan hanyalah sebuah cara ataupun media  untuk merealisasikan sebuah visi misi pada titik tertentu.dan tentunya jangan terpatok pada cara saja... takutnya tujuan malah terkesampingkan.
marilah melihat segala sesuatu secara objektif dan tentunya komprehensif....