MEMBACA,MENAMBAH WAWASAN____MENULIS,MEMPERTAJAM ANALISA___DISKUSI,MEMBUKA CAKRAWALA

Jumat, 16 Desember 2011

Rasa ini Pembodohan

narasi tentang rasa yang tertulis di sebuah dinding sahabat pena, stimuli yang mampu ciptakan fluktusi sebuah pembodohan.
rasa tak pernah membuatku seperti ini....
menghujam kelubuk hati, hingga dalam diam ia memanggil, dalam hening ia mengalun
masa tak pernah membuatku seperti ini....
melambat atau cepat mengikuti lirik rindu, dan aku tau rasa ini bukan sengaja mengusik haru

picisan....
pembodohan.... 
terlalu melankoli...
apalah itu, satu hal yang tak bisa kupungkiri kau mampu merebut fokusku.

kali pertama, bulir ini mengalir...meresap... pada rongga dinding yang bertahtakan nafas.
logikaku tak mau beri alasan atas semua pembodohan ini.. bahkan tidak, walau  hanya satu dentuman saja...

alunan sendu  yang kian menderu
bisikan ruang hampa yang semakin menerpa
dalam diam, jiwa pun berontak atas pembodohan...
pembodohan yang tak ku mengerti rimbanya...

berlaga dalam medan, beraksi dalam ambisi...
dengan sayap lumpuh, mencoba memudar fokus
tertatihku, terseokku... semua tersimpan rapat dalam angkuh tak berujung.

wahai pemilik jiwa yang suci..
ku tahu, jiwa yang Kau titipkan ini tak lagi putih seperti salju,
namun satu asaku padaMu... tautkan jiwa ini pada raga yang Kau titipkan jiwa padanya... 
jiwa yang terpaut lekat padaMu, hingga jiwa ini  kembali padaMu dengan jiwa penuh alunan simphoni keikhlasan

6 komentar:

  1. gara-gara liat status FB pak bambang trim (editor TS)tentang rasa, saya jadi ngikut menggalau.. heee

    BalasHapus
  2. Hmm... Fenomena "Jeng Nana Jadi Pujangga". I see.. I see.. :-))

    BalasHapus
  3. apa yang dimaksud dengan pembodohan..
    ketika aku tidak bisa terima alasan yang mereka jabarkan
    dalam huruf itu ada tanda yang dibuat
    angka berlompatan menuntut logika
    demonstrasi yang semakin parah
    melengut...
    tidak bisakah bercengkarama dengan jenak
    dalam sekejap diam
    yang semakin luruh...

    BalasHapus
  4. pembodohan yang sebelah manakah menurutmu?
    saya rasa atau fikir tak ada pembodohan dalam mencederai dunia
    cuma tanda yang membedakan dilihat kuasa
    semua manusia yang mengambil peran
    dalam dirimu juga
    sok logis atau melankolis...

    BalasHapus
  5. ku telah lama mencoba bercengkrama dengan jenak.. namun sang kompas tak tunjukan fungsinya, atau aku yang tak mampu membaca.

    logis atau melankolis adalah bentuk apresiasi sebuah penerjemah tanda. namun, keduanya terkadang berdiri dengan satu kesatuan konsep dan menggiring pada sebuah persepsi subjektif.

    BalasHapus
  6. dadi ngerti penjabarane metode dan diskursus barang moco tulisanmu na.. haaaaaa.. keren

    BalasHapus