MEMBACA,MENAMBAH WAWASAN____MENULIS,MEMPERTAJAM ANALISA___DISKUSI,MEMBUKA CAKRAWALA

Kamis, 29 September 2016

siroh "UTSMAN BIN ROZIE"

"september ceria...
september ceria...
september ceria...
september ceria...
 milik kita bersama"

sebuah potongan lirik lagu karya vina panduwinata terdengar setiap saat sepanjang bulan september... dan hanya lirik itu, yah... lirik itu saja. kalau boleh saya memakai istilah psikologi transpersonal.... lirik yang terpaksa terdengar dari adik bungsu itu seakan mengetuk alam bawah sadar, dan mampu memberikan sugesti akan hadirnya keceriaan di bulan september.

penghujung bulan september, tepatnya 29 september 2015, pukul 02.00 dini hari
kami telah sah mendapat mandat dari sang kholiq untuk menjadi orang tua biologismu.

kami yang telah di takdirkan oleh penciptamu, untuk menjadi orang tuamu sangatlah bersyukur atas hadirmu
kami telah mencintaimu.. sangat mencintai, bahkan jauh sebelum bertemu denganmu sayang...
hadirmu di rahimku, bukan tanpa alasan. cintailah kami, hormati kami, patuhi perintah kami dalam kebaikan hanya karena satu alasan.... perintah Tuhanmu.

kami berusaha semaksimal mungkin mendekatkanmu dengan syariatNya, dan sunnah nabiNya
kami pilihkan rumah sakit yang membolehkan untuk memutarkan murotal qur'an untuk menyambut kehadiranmu, yang membolehkan inisiasi menyusui dini begitu terdengar tangismu.
kami bisikan dengan lembut kalimat perlindungan di telinga mungilmu "u'idzuhu bika wa dzuriyatahu mina syaitonirrojim"
kami tahnik dengan melumatkan sebutir kurma ajwa lalu dioleskan di langit langit rongga mulutmu.
kami pilihkan dua ekor kambing terbaik untuk kemudian disembelih sebagai aqiqohmu pada hari ke tujuh dari kelahiranmu.
kami cukur gundul rambutmu, lalu rambut itu ditimbang dan berat timbanganya disamakan dengan nilai emas lalu kami sodaqohkan.

dan.. kami pilihkan nama untukmu "utsman abdurrahman ar rozie"
perpaduan dua nama sahabat Rosululloh.... utsman bin affan dan abdurrahman bin auf.
dimana kedua nama sahabat tersebut termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga, bahkan ketika jasadnya masih dibumi, surga telah merindukanya.  kami berharap kelak kau mampu meneladani keimanan mereka. kami memilihkan panggilan untukmu.... "utsman" kami berharap setiap orang yang memanggilmu dengan panggilan itu merupakan sebuah doa, ya doa.... bahwa kau kelak akan meneladani sahabat rosululloh yaitu kholifah utsman bin affan.

utsman.... kholifah ke tiga yang masyhur dengan kelembutanya, kedermawaanya, kekayaan harta yang halal lagi baik, dan sifat malu nya. pernah suatu ketika rosululloh sedang berbaring santai dirumahnya.. datanglah sahabat abu bakar dan rosululloh pun mempersilahkanya masuk, lalu sahabat umar bin khotob pun minta izin pula untuk bertamu, rosululloh langsung mengizinkan masuk sebagaimana abu bakar. namun ketika sahabat utsman bin affan datang dan meminta izin untuk bertamu... rosululloh meminta waktu sebentar untuk berbenah dahulu baru kemudian mempersilahkan masuk. ibunda aisyah ra pun bertanya, ada apa dengan utsman ya rosululloh? hingga ada perlakuan khusus yaitu berbenah diri ketika menyambut kedatangan utsman bin affan....rosulullohpun menjawab: bagaimana aku tidak malu kepada orang yang malaikat saja malu kepadanya.

utsman.... menantu rosululloh. bahkan Allah sendiri yang memerintahkan rosululloh untuk menikahkan anak perempuanya dengan utsman bin affan. rosululloh menikahkan anaknya ruqoyah dengan utsman, begitu ruqoyah meninggal, rosululloh kembali menikahkan anaknya ummu kultsum dengan utsman. hingga rosululloh bersabda, ya utsman... andai aku punya anak perempuan lagi maka akan ku nikahkan denganmu. hingga utsman bin affan mendapat gelar dzun nurain. yang memilik memiliki dua cahaya yaitu dua putri rosululloh. betapa mulianya sahabat utsman... jodohnya adalah perintah langsung dari langit ke tujuh, jodohnya adalah putri dari manusia terbaik di muka bumi.

adapun nama ar rozie adalah kejelasan atas nasabmu. zaman dimana kau terlahir, begitu banyak manusia yang memakai nama belakang dengan nama suami, marga, suku, keluarga besar  dan sebagainya padahal Rosululloh hanya membolehkan nama belakang dengan nama ayah, karena dengan demikian akan terlihat jelas garis nasab keturunan. 

wahai anakku...
kami telah berusaha menyambut kehadiranmu dengan mendekatkan sedekat mungkin dengan syariat Allah tabarok dan Rosululloh. maka tumbuhlah engkau menjadi generasi robbani, muwahid, mualim, mujtahid, mujahid...... berjalanlah di muka bumi dengan tetap memegang teguh juklak hidup dari penciptamu. jadilah qurrota 'ayun bagi kami, jadilah lelaki sholih yang senantiasa menjaga batasan dari Robbmu, hingga kelak di akhirat kami sebagai orang tuamu terselamatkan dari pertanyaan dari Allah tabarok.


penuh cinta dari kami
ayah dan ibu



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar